Selingkuh Tak Selamanya Indah

Familiar dengan kata-kata itu?ada lagunya juga loh, isinya memang berisi kisah cinta yang lain alias selingkuh. Selingkuh bagi yang masih pacaran atau udah berkeluarga sepertinya udah jadi menu yang akrab bagi setiap pasangan baik yang sekedar membahas maupun yang mungkin juga melakukan atau menjalaninya.

Selingkuh bisa didefinisikan seorang pria/wanita yang sudah berkeluarga bisa juga seorang pria/wanita yang sudah berpacaran atau mempunyai calon istri/suami membina hubungan dengan atau tanpa komitmen dengan wanita atau pria lain, saya sering berpikir tentang tentang apa ya yang bisa menyebabkan seseorang (khususnya saya) melakukan selingkuh alias mendua yang melibatkan cinta plus seks atau juga hanya sekedar lalu tanpa cinta tanpa seks (kalau yang seperti ini mungkin selingkuh pemanasan ya?). Setelah saya amati akhirnya saya membenarkan bahwa seseorang itu bisa selingkuh dan peristiwa selingkuh ini terjadi bila ada kemampuan dan ada kesempatan.

Banyak juga kisah-kisah selingkuh alias mendua ini yang kadang-kadang konyol yang cukup menghibur bila dijadikan bahan obrolan dalam satu lingkungan atau sesama teman. Banyak juga pelaku yang dengan enteng saja bercerita bahwa dia pernah selingkuh dengan si Ini juga dengan si Itu (anda sering juga kan menemui yang seperti ini?) atau juga menceritakan kisah perselingkuhan yang nyaris terendus pasangan resminya sehingga saking ”wajarnya” sampai-sampai banyak yang mengomentari atau menyebut selingkuh itu indah setiap kali membahasa tentang menduakan cinta ini.

Sebenarnya suatu topic yang selalu saja bisa memanjang bila terus dibahas. Untuk beberapa kasus yang terjadi biasanya kita akan bisa dengan mudah menganalisa apa yang menjadi sebab dan apa yang mendorong seseorang melakukan perselingkuhan, namun untuk satu kasus yang akan saya ceritakan ini agak sulit juga untuk menganalisa apa yang menjadi sebab dan motivasinya.

Ada orang yang berselingkuh karena dari awal dia tidak mencintai pasangannya, misalnya karena dia dijodohkan oleh orang tuanya jadi dia berselingkuh dengan kekasih lamanya semasa lajang. Ada juga orang yang berselingkuh karena karena ternyata pasangannya menjadi orang yang sama sekali beda dengan orang yang dipacarinya hanya dalam waktu singkat. Dan yang sebab yang lebih umum terjadi adalah yang dikaitkan dengan pepatah lama witing tresno jalaran kulino (kadang juga ganti witing tresno jalaran omah limo) dan sebab-sebab lain, cari sendiri aja ya pengalaman anda pasti lain dengan yang saya sebutkan tadi .

Sepasang suami istri yang sudah berpacaran selama delapan tahun sebelum menikah, waktu yang tidak pendek untuk membuat kita merasa mengenal seseorang. Kita yang kadang punya teman sekolah atau teman kuliah dalam waktu yang tidak selama itu saja kadang sudah plek jobo jeroapalagi yang pacaran delapan tahun. Saat menikah dan kemudian sang istri hamil terjadilah peristiwa mendua ini (sori singkat saja gak sampe detil sejauh mana selingkuhnya dan juga sedalam mana masuknya dalam kubangan mendua). Kalau tidak cinta, mengapa akhirnya dia menikahinya setelah berpacaran selama delapan tahun yang seharusnya dia sudah mengenal dan memahami pasangannya (katanya pacaran itu tahap penjajakan untuk saling memahami?) sehingga seharusnya dia sudah sadar dengan apa yang dipilihnya.

Just for sex?tegakah anda melakukan selingkuh atau mendua atau apapun anda menyebutnya bila anda menjadi seorang suami? Ini memang suatu cerita tentang Selingkuh tak selamanya indah…

& Komentar

  1. Memang sieh alasan seseorang berselingkuh bisa bermacam2 tapi apakah bisa gak sieh pasangan pelaku perselingkuhan disalahkan atas terjadinya perselingkuhan tersebut? Betapa hebatnya seseorang berselingkuh entah itu dengan memiliki banyak sekali teman selingkuh ato tidak diketahuinya pelaku perselingkuhan melakukan perselingkuhan, mereka (pelaku perselingkuhan) sebenarnya tidak hebat .^_^.
    Hal itu berarti ada hal-hal (kebutuhan) dalam psikis mereka yang tidak terpenuhi.
    So, bagi mereka yang berselingkuh coba d direnungkan sebenarnya apa sieh yang sebenarnya kalian butuhkan atau inginkan? Mungkin Anda (pelaku perselingkuhan) adalah korban dari lingkungan ato keluarga tapi di sini bukan hanya saja loh yang menjadi korban, pasangan dan anak Anda (jika yang telah memiliki anak) yang menjadi korban terbesar Anda. Mereka (istri dan anak) tidak mengetahui apa2 padahal kewajiban dan tanggungjawab mereka telah mereka berikan pada Anda (pelaku perselingkuhan), jadi berikanlah hak mereka. Dan untuk anak Anda, apakah Anda ingin Anda melakukan kesalahan yang serupa dengan Anda ato mungkin menjadi korban dari perselingkuhan?

  2. perenungan itu yang jadi masalah jarang orang yang bisa merenung dan berpikir dengan jernih saat emosi dan nafsu menjadi pewarna hati, kadang perselingkuhan terjadi terjadi begitu cepat dan saat tersadar semuanya telah terjadi menyisakan penyesalan

  3. perselingkuhan adalah kriminal :mrgreen:

    pelakunya jadi residivis cinta? hehehe

    • dalam hal ini istrilah yg sangat menderita bila suami selingkuh,,,rasanya pedih sekali…apalgi selingkuh itu bisa dilakukan sampai berulang-ulang…bagi seoarang istri hanya satu yg bisa menyelamatkan rumah tangga dari kehancuran…sabar…kita harus sabar dan banyak berdoa kepada alloh…tapi sungguh amat sedih dan amat terluka bila kita ingat kita disakiti dan dikhianati sampai berkali2…masa si kita harus memaafkan dan harus terulang lagi…tapi orang tua selalu bilang sabarlah…demi anak2….adilkah ini buat kaum hawa?….tapi bila sudah kata demi anak2 ….hanya itu yg bisa membuatku untuk selalu …belajar dari setiap kekurangan dan kesalahanku tuk menjadi yg lebih baik..menjadi seoarng istri….tapi sampai kapan…kesabaran itu akan ada dalam hatiku ini….dalam sanubariku ini…dalam setiap helaa napasku…ya alloh….

  4. Oya? tidak juga…

    mbak jul gak mau disebut residivis cinta ya? hehehe, suwun udah mampir.

  5. Selingkuh itu hanya akan mendatangkan airmata pada akhirnya… karena biar bagaimanapun, pasti akan ada pihak yang tersakiti… dan yang akan paling sakit adalah sudah pasti si istri… walaupun suaminya sudah kembali ke Rumah… luka batinnya mungkin tidak bisa sembuh begitu saja….

    butuh ekstra effort dari sang suami untuk membantu si istri pulih dari trauma pasca perselingkuhan tersebut…

    Begitu juga kalo pelaku selingkuh itu si Istri… ketika memutuskan untuk berpisah dengan selingkuhannya…. pasti akan ada luka yang tertinggal…. begitujuga kalo mutusin pisah ama suami lalu menikah dengan selingkuhan… tetap akan terasa menyakitkan ketika kehilangan orang yang biasa mengisi hari2nya…

    So… memang tidak selamanya selingkuh itu indah… pikir 1000x dulu yach… enaknya cuma sebentar… deritanya bisa bertahun2 baru bisa hilang…. :-)

    hmm… memang seperti itu mbak, enaknya cuman sebentar kalo lama biar enak udah bosen hehehe *Pengalaman peribadi mbak Silly ya komentarnya kok pas banget hehehe*

  6. selingkuh, menurut saya bisa terjadi.. karena apa yg terjadi sebenarnya dalam rumah tangga tidak seindah saat berpacaran, itu terjadi karena frekwensi pertemuan yang tidak setiap hari bertemu… dalam rumah tangga kebiasaan istri jelas tampak.. kesetyaan dan kesabaran senantiasa dituntut agar tidak terjadi pertengkaran…
    karena itu aku jadi selingkuh……… tapi malah bimbang………

    loh kok malah bimbang?emang mau kemana tujuannya??
    yang harus setia dan sabar itu tentu saja bukan hanya istri bos… :)

  7. thank sudah mengangkat thread ini.
    saya ingin bertanya (mudah-mudahan masnya mau jawab)
    bagaimana mengobati stress pasca trauma perselingkuhan
    saya menjadi korban perselingkuhan, istri saya selingkuh
    apapun alasannya perselingkuhan tetap perselingkuhan.
    saya marah dan terhina. tapi kami kemudian berniat memperbaiki perkawinan
    hanya saja sampai detik ini saya tidak bisa melupakan masalah ini, selalu terbayang bagaimana mereka membohongi saya (sekarang sering nyadar, oh… ternyata waktu itu waktu dia ijin weekend dengan teman perempuannya dia ketemuan, oh. ternyata kalo malam dia belum tidur dia phone sex dengan selingkuhannya, oh ternyata tagihan telepon yang membengkak itu dia yang pake, dan banyak lagi oh, yang lain) saya tahu keadaaan psikologis saya tidak sehat. tapi saya berniat memperbaiki perkawinan ini, bagaimana menyiasatinya ? mohon masukan

    • ya saya mengerti betul perasaan anda. orang lain yg tdk mengalami memang gampang saja bilang ingat yg manis2dan baik2nya. bahkan sudah berbulan2 memasuki tahun saya juga tidak bisa melupakan bagaimana memergoki suami selingkuh, walaupun ngakunya belum sampai tempat tidur tapi saya sempat menguping gayanya pacaran dengan gadis yg dia panggil yul. iri dengan kata2 mesra yg diucapkan ke selingkuhannya. Apalagi kalau setiap menelpon suami,baru bicara sebentar dia selalu ingin menyudahi katanya sibuk, padahal saya punya salinan komunikasi antar hp dia dan selingkuhannya yg dalam beberapa hari mencapai puluhan jam. Sekarang saya tidak bisa percaya lagi kepada suami, bawaannya curiga terus, padahal capek sendiri juga. Karena waktu dia selingkuh itu, suami saya di rumah baik banget sikapnya, sering bawain makanan kesukaan saya. Lalu pagi dia keluar rumah katanya ketemu teman bisnis, beberapa jam di luar lalu dia pulang ke rumah. Jadi siapa sangka suatu siang saya telpon itulah hpnya belum sampai off dan saya mendengarkan rayuannya ke gadis itu, ternyata juga dibelikan makanan enak2 dan mahal2, malah diajak main ke jakarta. Semuanya terjadi beberapa hari menjelang perayaan hari raya , karena pikir saya ingin tahun baru yg lebih baik saya memaafkannya setelah dia berjanji akan mengakhirinya. Alangkah sakit hati saya ketika belum sampai 2 minggu kemudian saat suami baru pulang dari kepergiannya ke luar pulau selama berhari2, saya dapatin di log hpnya, sebuah no yang berulang2 muncul. Saya telpon pake hp suami, selingkuhannya terima, saya maki2, dia diam saja, saya bangunkan suami di tengah malam jam 3 pagi itu, saya minta diperjelas bahwa suami tidak serius dengannya tapi suami diam saja. kemudian saya menyetir dengan marah dari semarang menuju jakarta membawa dua anak gadis kami yg sudah remaja, pulang ke keluarga. Begitu tahu keberadaan saya suami memang menyusul dan berjanji di hadapan keluarga semuanya tidak akan terulang lagi, dan mulai saat itu akan menjaga keutuhan rumah tangga kami. Tapi ini bukan perselingkuhannya yang pertama malahan ini yang terberat, jadi sangat susah sekali bagi saya untuk percaya akan janjinya lagi, tapi saya juga tahu, saya tidak bisa hidup tanpa dia, saya terlalu mencintainya, cinta yang bercampur benci.

  8. [...] hidupnya. Tapi akhirnya kesombongan itu terhenti oleh sebuah komentar dari AJ pada postingan saya yang ini terus terang sebenarnya saya sangat bersedia menjawab pertanyaan sang mas ini hanya saja saya [...]

  9. ~~AJ~~

    saya sangat bersedia menjawab tapi saya tidak pernah punya pengalaman sehebat anda, dan kalau saya mengalaminya belum tentu saya bisa setegar sampean jadi tentu saja jawaban saya tidak akan bisa memuaskan. hanya satu yang terpikirkan oleh saya, seandainya sampean memang berniat memperbaiki dan mempertahankan perkawinan anda sebaiknya memang segera menyingkirkan segala kenangan menyakitkan dan perbanyaklah mengingat-ingat saat yang bahagia dan menyenangkan bersama pasangan sampean. mohon maaf atas segala keterbatasan jawaban saya

  10. [...] Kiu-Kiu saya ingin bertanya (mudah-mudahan masnya mau jawab) bagaimana mengobati stress pasca trauma perseli… [...]

  11. Pak A J
    Memang benar kata bung tumes, peristiwa anda memang sangat berat.
    Alhamdulilah saya juga pernah mengalami seperti anda, sykukrnya peristiwa itu terjadi masih usia perkawinan kami baru 3 bulan. Jadi ya saya putuskan untuk menceraikan istri saya, karena saya pikir jika saya tetap memperthankan rumah tangga saya, saya tau tidak akan pernah harmonis.
    Saya salut dengan keputusan anda dan saya dukung penuh apa yang bung tumes sarankan buat anda

    Terima kasih


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar