Nyaris Saja

Buntut dari kerusuhan di Kediri, pertandingan di Solo sepertinya PSSI, BLI dan juga panpel jadi lebih waspada. Petugas keamanan sudah berusaha menghadap ke arah penonton selama pertandingan walau masih juga tolah-toleh nang lapangan. Tapi pada pertandingan pertama Persija v Persik yang berakhir 2-2 masih tetap dibumbui ketegangan yang sebenarnya rawan memicu kerusuhan, hanya saja petugas mungkin lebih waspada, seperti yang terlihat di TV saat terjadi protes terhadap hakim garis oleh ofisial maupun pemain petugas berseragam dari TNI segera mengawalnya biar gak kecolongan seperti di Kediri.
Kembali lagi ke peristiwa Kediri, mungkin tulisan saya sebelumnya PSSI Memang Hebat (baca;Bangsat) terlihat seperti membela Aremania dan memprotes keputusan PSSI menghukum Aremania, itu bila dibaca sekilas apalagi yang baca emosional (mungkin saya juga begitu bila stadion dan kota saya yang dirusak), komentarnya juga pasti emosional seperti komentar dari persi*****@yahoo.com (tapi ternyata email palsu).
Nah biar gak salah persepsi, saya jelasin sekalian bahwa tulisan saya itu sebenarnya ingin menunjukkan betapa PSSI memang tidak becus dan Bangsat seperti yang disuarakan Aremania yang selama ini merasa selalu diperlakukan tidak adil oleh PSSI (salah satunya kasus keikutsertaan Arema di LCA yang hilang begitu saja). Sedangkan PSSI Bangsat versi saya tidak hanya ketidak adilan PSSI terhadap Arema, tapi sikap tidak konsisten, tidak fair play, terkesan pilih kasih dan berat sebelah dan lain-lainnya yang mungkin pembaca bisa menambahkannya semakin panjang.
Begitu Aremania dihukum sanksi tiga tahun tidak boleh menonton dan memasuki stadion di Indonesia saya merasa bahwa LI ini memang benar-benar Liga Jancuk (ini juga saya baca dari kaus yang dipakai aremania) sudah pengurus PSSI-nya penuh skandal, pertandingannya gak menarik, suporternya dimana-mana rusuh terus ditambah lagi dengan kerusuhan yang dilakukan oleh kelompok suporter yang terkenal paling tertib dan paling sportif nama Aremania pun ternoda.
Memang benar saya memprotes PSSI seperti komentar persi*****@yahoo.com (tapi ternyata email palsu). Tapi yang saya protes jelas bukan hukuman untuk Aremania itu, tapi kenapa kerusuhan-kerusuhan sebelum peristiwa Kediri (16/01) kemarin terjadi kelompok suporter lain tidak tidak diberi sanksi yang tegas; The Jack setelah tawuran dengan suporter Persipura malah mendapat gelar Best Suporter di Copa, Bonek setelah membakar Tambaksari dalam pertandingan melawan Arema mendapat kortingan dari hukuman 1 tahun tidak boleh nonton sepak bola itupun hanya di Tambaksari dengan hanya beberapa bulan masa percobaan, bandingkan juga dengan Benteng Tangerang yang tawuran setiap pertandingan.
Kalau untuk Aremania bisa cepat dan tegas kenapa untuk kelompok lain tidak bisa?mungkin kalau dari dulu PSSI tegas dan konsisten (lagi-lagi andaikan bisa) dalam menjatuhkan sanksi kepada setiap kelompok suporter yang berbuat rusuh mungkin tidak akan terjadi kerusuhan di Kediri, karena mereka paham bahwa sanksi menanti mereka. Tapi mana mungkin, bukan hanya dalam sanksi terhadap kelompok suporter yang tawuran dan obong-obongan saja PSSI tidak tegas (yang lainnya pembaca sebut sendiri-sendiri saja). Kita lihat saja perkembangan sanksi bagi Aremania ini, bisakah PSSI konsisten atau memang PSSI menunggu semua stadion hancur, semakin banyak rumah warga dan fasilitas umum yang hancur (sehingga semakin pantas LI dihapuskan saja) karena hukumannya memang super enteng. PSSI memang Bangsat tapi Aremania bagi warga Kediri yang stadion kebanggaannya ludes dan juga warga tak bersalah yang jadi korban, Aremania tidak kalah Bangsat.

1 Komentar

  1. Lha wong ketuane wae “napi”, biasa gumbul maling, pemerkosa, perampok. Iku ketuane, lha anak buahe piye.
    Ngomong2, komen sampean wes di inceng karo akismet.

    anak buahe yo balapan ngelanggar peraturan2 seng gak jelas..🙂
    *suwun udah diangkat*


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s