Mundul Ragi…

“Kudune wes gak usah penonton ae bal-balan, nek pengen ndelok yo nang tivi ae” ucapan ini terlontar dari bapak-bapak pemilik warung saat aku sedang ngopi dan makan siang. Saat itu tivi di warung sedang menayangkan berita tentang tewasnya seorang superter Persija Jakarta buntut kerusuhan dengan supporter Persipura di semifinal Liga Indonesia yang berlangsung di Jakarta.

Saya sih setuju saya mendengarnya, toh saya juga udah gak hobi nonton bola di stadion soalnya terlalu mahal harga yang harus dibayar jika nonton bola langsung di stadion gak sebanding dengan apa yang kita dapat, memang mending nonton di tivi saja. Tapi para maniak bola dan supporter yang bernyali dan peduli risiko pasti langsung mementahkannya dengan berbagai logika dan argument yang memang ada benarnya juga.

Presenter di tv saat itu juga menginformasikan bahwa final liga Indonesia akan ditunda dan pertandingan akan dialihkan ke kota lain (Bandung) jadi tidak seperti yang direncanakan dan sudah berlangsung selama bertahun-tahun bahwa pentas final liga digelar di Jakarta. Jadwal final berubah lagi untuk kali ke empat, bukan main! Siapa yang salah sampai sepak bola kita kacau balau seperti ini? Supporter yang membuat kerusuhan?atau juga wasit yang sering dituding sebagai pengadil yang berat sebelah sehingga memicu emosi penonton dan pemain?atau pemain?atau pengurus PSSI?

Kalau memang supoter yang salah, memang sebaiknya tidak usah ada penonton di setiap pertandingan sepak bola yang efeknya mulai tukang parkir, penjual asongan dan juga para pengais rejeki di setiap pertandingan memble karena semua orang nonton bola dari tv. Kalau wasit yang salah segera saja sewa wasit asing macam Collina dari Italia, Kalau yang salah pemain? Ini yang susah sebab nyewa pemain asing saja yang dianggap bisa menularkan hal-hal positif untuk pemain local malah ketularan segenap kelemahan dan kekurangajaran pemian lokal kita sehingga udah jago berantem dan juga berani ngelawan wasit. Kalau pengurus PSSI yang salah? Segera saja wacana naturalisasi diwujudkan untuk mendongkrak prestasi sepakbola kita, tapi bukan hanya naturalisasi pemain untuk memperkuat timnas yang lebih penting adalah naturalisasi pejabat FA-nya inggris atau sekalian pengurus FIFA jadi pengurus PSSI!!!

1 Komentar

  1. My partner and I stumbled over here from a different web address and thought I might as well check
    things out. I like what I see so i am just following you.
    Look forward to checking out your web page yet again.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s