LADANG BISNIS YANG MANIS

Hari Valentine (Valentine’s Day), pada 14 Februari merupakan sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di dunia barat. Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar Cupid bersayap. Mulai abad 19 kartu ucapan valentine pun diproduksi secara massal. Diperkirakan, para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

ss.jpg

Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Valentine’s Day yang jatuh tiap 14 Februari bermula dari dua versi cerita zaman dulu kalanya dari Ensiklopedia Gereja Nomor 9, karangan A. Heuken SJ. Valentine’s Day berdasarkan kebiasaan musim semi rakyat yang belum Kristen. Tidak ada penjelasan persis soal jenis kegiatan apa yang dilakukan. Namun kegiatan-kegiatan itu sering dikaitkan dengan musim perkawinan burung.
Dalam New Catholic Encyclopedia second edition jilid 14, juga ditegaskan Valentine’s Day kemungkinan menandakan musim kawin para burung. Tidak ada penjelasan detail soal kegiatan apa sebenarnya yang dilakukan saat itu.
Versi kedua, juga berdasarkan Ensiklopedia Gereja Nomor 9, adalah berdasarkan legenda Imam Valentinus di Roma. Dia mengirim ikatan bunga dari kebunnya kepada pasangan-pasangan pengantin yang baru menikah. Legenda ini diperkirakan terjadi tahun 269 Masehi.
Dalam perkembangannya, sejak abad ke-14 di Inggris, Valentine’s Day dirayakan dengan kegiatan berbentuk menukar hadiah dan kartu. Di banyak negara, dirayakan sebagai hari orang yang saling mencintai atau hari kasih sayang. Caranya tetap dengan menukar hadiah atau kartu salam.
Valentine’s Day pun terus berkembang karena terus dipromosikan dan sepertinya ini yang lebih berperan memperbesar gaung dan membudayakannya adalah para pedagang bunga dan penerbit kartu ucapan selamat juga pemilik tempat hiburan yang berharap bisa meraup untung dengan memanfaatkan momen perayaan yang sebenarnya tidak jelas arah dan tujuannya ini kalau untuk kalangan pebisnis ini yang penting kan apa yang mereka jual laris manis gak peduli pembeli dan penikmat acara mereka merayakannya seperti apa dan juga merayakan apa.
Hari Valentine juga dimaknai beragam di kalangan masyarakat ada yang pro bahkan tak sedikit yang kontra khususnya yang memandang bahwa acara perayaan seperti ini tidak jelas jluntrungannya hanya mengumbar kebebasan dan hura-hura. Keberagaman pemaknaan itu yang lebih menggejala adalah yang berwarna negatif. Pemaknaan dari sisi negatif itu yang biasanya condong ke ruang pemaknaan yang lebih sempit. Kasih sayang yang seharusnya untuk seluruh alam dan isinya jadi mengerucut hanya kasih sayang antar pasangan dan pacar sehingga akhirnya kalangan anak-anak muda yang kebanyakan merayakan secara berlebihan dan keblabasan karena memang tidak ada agenda cara yang jelas dan bagaimana cara merayakan perayaan yang gak jelas ini hanya sekedar biar sok gaul dan mengikuti perkembangan jaman. Dengan menyerahkan keperawanan.

6 Komentar

  1. industrialisasi kepercayaan, agama, kebudayaan, dll emang gitu katanya… dasar sejarahnya aja gak jelas buat saya. barangkali itu hanya upaya eksploitasi mitos.

    iya om, eksploitasi mitos..

  2. Diperkirakan, para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine

    dasar wanita!🙂

    para pria yang menyiapkan transportasi dan akomodasi hehehehe

  3. strategi bisnis yang bagus, boleh deh buat referensi…

    hehehe osi wae

  4. di jepang tgl 14 feb (val day) = perempuan memberi laki2 sebuah coklat (coklat yg berwarna coklat), lalu tgl 14 maret giliran sang laki2 memberi perempuan coklat putih (white day). .actually itu adalah my birthday, tapi aku hnya mnerima ucapan met ultah ajah. .val day is not moeslem’s culture..

    val day is not moeslem’s culture.. saya suka pendapat anda!! tapi entahlah dengan semakin banyaknya yang ikut-ikutan merayakannya. tapi gak ada salahnya kan menerima ucapan ultah plus coklat🙂

  5. Tul tuh bang, valentine emang kayak gitu dari dulu. Kebutuhan orang untuk mengekspresikan rasa cintanya menjadi celah bisnis bagi pelaku bisnis yang jeli. Thx udah kunjungi blog saya di rafaelbudi.wordpress.com

    iya jaman gini apa aja dieksploitasi. thx juga mampir disini


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s