Takbiran nang nDukun…

Idul Fitri memang hari kemenangan bagi kaum muslim setelah sebulan penuh puasa (saya anggap aja semuanya gak ada yang bolong, apalagi di nggersik yang katanya kota santri) jadi wajar saja kalau kedatangannya disambut dengan meriah dan penuh kegembiraan lha iki kan hari kemenangan setelah menikmati bulan penuh diskon semua pahala diobral ,semua gerak dan langkah jadi ibadah turu ae ae oleh ganjaran.

Yang namanya orang gembira memang macam-macam ada yang merayakannya dengan berisik dan penuh hingar binger nyumet mercon, konvoi keliling kampung bleyar-bleyer motor seng knalpote mbeldos-mbeldos koyo beldeg semua pengguna jalan disuruh minggir (bonek ae kalah sangar, bonek cuman wiridan jancok, asu etc iku lak sego jangan tah) lah gak wedi yaopo, nyuruh minggirnya pake bawa kayu udah gitu baca takbir dan tahmid bisa-bisa yang gak mau minggir dikira orang kafir atau setan yang lepas dari kungkungan karena menghalangi jalan orang yang mengumandangkan takbir dan tahmid.

Pada tahun-tahun yang lalu rombongan seperti sudah ada dan saya hanya melihatnya biasa saja, tapi emboh tahun iki kok kayanya jengkel banget mendengar suara raungan knalpot yang sepertinya dari tahun ke tahun semakin banyak saja pesertanya saya juga tidak tahu apa maksudnya saat rombongan (yang dari dulu saya tidak tahu mereka itu orang dari mana karena tidak pernah mencari tahu) yang lewat di kampung saya di Sembungan yang kebetulan di pinggir jalan beraspal dan dekat masjid mereka bleyar-bleyer sekeras-kerasnya. Gak tau mungkin ada pengajian yang terlewat oleh saya (jujur saja saya jarang mendengar pengajian) yang menerangkan bahwa ciri-ciri orang yang berpuasa kemudian mendapat lailatul qadr dan berpuasanya diterima akan berubah menjadi sangar seperti peserta kampanye dan supporter bola yang timnya kalah.

Tapi saya tidak tahu juga apa mereka juga seberisik itu saat mereka melintas di depan rumah bupati yang pak kyai (mungkin pilihan mereka) kebetulan jaraknya tidak sampai satu kilo dari rumah saya. Kalau iya mereka seberisik itu juga di depan rumah pak bupatinya jelas sudah alasan kenapa mereka selalu berombongan dan memenuhi jalan beraspal dan (sepertinya) menjadikan nDukun sebagai rute yang wajib dilintasi. Mungkin mereka cuman protes secara tidak langsung kepada bupatinya bahwa mereka juga ingin kampungnya diaspal jadi kalau konvoi gak melulu lewat nDukun saja hehehe.

Hmm.. kalau orang berkunjung ke Surabaya dan bertanya kenapa dijuluki kota buaya gampang saja kasih liat patung hiu dan buaya. Kalau orang berkunjung ke nggersik dan ingin membuktikan kenapa dinamakan kota santri suruh saja datang saat kampanye partai yang paling gede pendukungnya di nggersik atau saat malam takbiran itulah santrinya yang mengisi kota ini. kalo bertanya nyari pudaknya tunjukkan saja sepanjang jalan Veteran….

4 Komentar

  1. Kalo nyari Peuyeum di nggersik ada ndak yaaa….???

    ***kabur, dilempar sendal…***

  2. wis unjung-unjung nang pak robah (bupati) durung…
    omahe ndukun toh…🙂

  3. Nang nggonku wis ora oleh maneh takbiran konvoi kayak ngono. Masalahe yo ngono iku, malah jadi perlombaan sepeda motor. Podo mbleyer gas. Suoro takbirane malah jadi ora krungu.
    Nak ngono sekalian bade ngucapke :
    Minal aidin wal faidzin,
    Mohon maaf lahir dan bathin yo kang.

  4. ~mbelGedez™~

    Eman Sandale tah…!! hehehe

    ~mybenjeng~

    waduh tamuku akeh, yo mungkin beliau wes sowan ke rumah tapi lali gara-gara sibuk nemuin tamuku yang lain hehehe

    ~Bunyu Online~

    itu baru awalnya, saya baca berita di koran-koran banyak kerusuhan/tawuran antar kampung gara-gara konvoi semacam ini….gak tau nek nang nggersik kok dibiarin aja


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s