Suami yang teraniaya…

lagi-lagi tentang selingkuh, tapi selingkuhnya wanita satu ini kok yo mboys pool, baru aja tiga bulan setelah melahirkan anak udah terkiwir-kiwir ama pria laen, iya kalo pria yang dikintilinya itu nggenah, lah iki ora nbeneh babar pisan. makane wong wedok ojo gampang percoyo karo omonge wong lanang (tapi wong lanang yo harus waspada, bukan berarti gak ada penipu cewek hehehe)
tragisnya wanita yang satu ini mengejar pepesan kosong plus dipentungi, udah ninggalin anak dan suaminya, menyerahkan tubuhnya, plus juga harta bendanya karena ditipu udah gitu ketauan sama suaminya. hati suami mana yang gak ancur…

Na’udzubillahi min dzalik…

SURABAYA-SURYA
Banyaknya gambar calon anggota legislatif (caleg) yang dipasang di tepi jalan, tidak disia-siakan oleh Made Widada alias Teo untuk mencari mangsa. Pria asal Jl Widiarda, Karangasem, Bali ini pun mencatut nama caleg PDIP yang balihonya bertebaran dibeberapa sudut Kota Pahlawan untuk menipu.

Korbanya adalah Mita, 20, warga Bronggalan Sawah dan Nunuk, 27, warga Simokerto, Surabaya. Akibatnya, Minggu (15/2) kemarin, lelaki 28 tahun ini dibekuk anggota Polsek Gubeng saat bersembunyi di toilet rumah temannya, Jl Manukan Krajan, Surabaya.

Kapolsek Gubeng AKP Dwi Eko mengungkapkan, perkenalan antara Made dan Mita terjadi dua minggu lalu. Mita mengenal Made lewat telepon. Kepada Mita Made mengaku anak caleg nomor lima partai bergambar banteng moncong putih.

Awalnya, perkenalan hanya diisi dengan obrolan lewat telepon dan SMS. Di telepon itu, Made banyak mengorek tentang pekerjaan dan keluarga Mita. Layaknya orang kaya, Made menjanjikan banyak hadiah untuk perempuan yang baru melahirkan tiga bulan lalu itu. ”Dia menjanjikan akan menikahinya, membuatkan counter ponsel, membelikan ponsel dan laptop,” terang Kapolsek Gubeng AKP Dwi Eko didampingi Kanit Reskrim Polsek Gubeng Iptu Agung Widyoko, Minggu (15/2).

Bualan Made ternyata melenakan Mita. Perempuan berkulit kuning langsap ini rela meninggalkan suami dan anaknya demi mengejar hadiah. Mita pun menyanggupi saat diajak bertemu di depan Alfamart, Jl Kedungtarukan, 6 Februari 2009 silam. Saat itu Made datang dengan naik taksi dan berlagak layaknya bos.

Pertemuan pertama itu cukup membuat Mita kepincut. Pada Rabu (11/2) malam, Made dan Mita janji bertemu di Hotel Sony, Jl Baratajaya, Surabaya. Selama empat hari, keduanya menginap di hotel itu, layaknya suami istri.
Sabtu (14/2), Made pamit keluar hotel dengan meminjam motor Supra Fit milik Mita. Dan Mita dimintanya tidak keluar hotel. Namun, hingga malam, Made tidak kunjung datang. Akhirnya Mita melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Gubeng.

“Usai mendapat laporan kami langsung menerjunkan tim mencari keberadaannya. Akhirnya tadi pagi (15/2) dia (Made) kami tangkap,” kata Dwi Eko.
Dari pengakuan Made kepada petugas, Honda Supra Fit itu digadaikan seharga Rp 2 juta. Dia juga membawa lari uang Mita Rp 300.000 serta sebuah ponsel.

Sesaat setelah Made tertangkap, Nunuk mendatangi mapolsek melaporkan kasus serupa. “Dia membawa lari ponsel saya Nokia 6235 dan uang Rp 1,2 juta,” terangnya.

Saat ini polisi masih mengembangkan kemungkinan ada korban lainnya. “Tersangka akan kami jerat dengan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP. Ancaman hukumannya empat tahun,” terang Dwi Eko.
Made saat ditemui di Mapolsek Gubeng mengakui perbuatannya terhadap Mita, tapi terhadap Nunuk dia menyangkalnya. “Saat itu saya memang iseng-iseng miscall, tapi dia (Mita) yang telpon sendiri. Dia ngakunya tidak punya suami,” akunya.

Tapi untuk Nunuk, Made mengaku sebagai pacarnya. Uang milik Nunuk Rp 1,2 juta dan ponsel Nokia 6235 hanya dipinjamnya. “Saya sudah bilang akan mengembalikan kalau ada uang. Dia kan pacar saya sendiri,” katanya.

Pengakuan ini membuat Nunuk jengah. “Saya bukan pacarnya. Dia menipu saya,” kata Nunuk dengan suara keras. Sedangkan Mita tidak bisa membantahnya. “Memang iya begitu, mau apa lagi,” akunya.
Pengakuan Mita ini membuat Junaidi, suaminya sempat naik darah, tapi akhirnya bisa meredam emosi. “Lihat nanti lah mbak. Sekarang saya mencoba untuk memperbaiki rumah tangga kami dulu. Barangkali kesalahan ini awal dari kebahagiaan kami nantinya,” katanya.(*)

baca berita asli di Surya

3 Komentar

  1. HHmmm …
    ada-ada saja orang mencari mangsa …
    dan yang lebih miris lagi … ada saja orang yang mau ditipu …

    Yang jelas ini menjadi pelajaran bagi kita semua

    Salam saya Petis …

  2. hii…ngeri cak. amit2 jabang beibeh deh

  3. gkgkgk………enek enek wae….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s